• Hari ini gw mencatat sebuah pengamen tua, menurut gw dy adalah Pahlawan.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.

Tukang Parkir yang Soleh

ini sebuah cerita tukang parkir baru ditempat gw bekerja, sebut saja dia samsuri. secara fisik samsuri berbadan kecil seperti artis ucok baba. kedatangan samsuri untuk menjadi tukang parkir di tempat gw bekerja, mungkin tidak diinginkan banyak karyawan disini, termasuk gw juga ga menginginkannya "karna karyawan disini takut bayar parkir". akhirnya tukang parkir tersebut menjadi bahan perbincangan dikantor (selayaknya artis yang diperbincangkan).

disaat jam istirahat. seperti biasa-Nya gw ngumpul di depan kantor makan ketoprak bersama pa cahyo se'orang satpan kantor. lagi asik menyantap ketoprak dengan bumbu yang extra pedas. tak disangka apa yang gw lihat ditempat parkiran motor, Samsuri lagi Solat dzuhur disamping parkiran motor dan beralaskan koran sebagai sejadah . suara dalam hati kecil gw berbisik "dalam keadaan cuaca yang panas dan sempitnya lahan motor, samsuri tetap menjalankan ibadahnya (subhannallah)". gw baru pertama kali melihat se'orang yang solat di luar dan beralaskan koran sebagai sejadah.

selesai makan ketoprak dan menghisap rokok sebatang, gw coba hampiri samsuri dengan pa cahyo untuk ngobrol-ngobrol sejenak, sambil menunggu waktu masuk kantor. sesampainya dihadapan samsuri gw coba untuk menawarkan sebatang rokok. dy berkata, kalau dia bukan se'orang perokok. gw bersyukur kalo dy bukan seorang perokok, karena rokok yang gw tawarin ga jadi di ambil dan roko gw pun utuh.

pa cahyo, menarik samsuri untuk membicarakan mengenai parkiran. mungkin karna samsuri tidak punya izin dari perusahaan dan warga setempat, bahkan karyawan banyak yang tidak menginginkan adanNya tukang parkir. dengan wajah yang tersenyum samsuri hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa berbicara apapun. saya bingung apa yang dibicarakan pa cahyo kepada samsuri ?. pembicaraan pa cahyo dan samsuri menghabiskan waktu istirahat kerja. saat di perjalan masuk kantor. pa cahyo bercerita kepada gw, apa yang dibicarakan kepada samsuri. "mas adi, saya cuman bilang ke samsuri, kalo karyawan yang parkir disini jangan dipintai uang" perkataan pa cahyo kepada saya.

5 jam telah berlalu, sekarang pukul 18:05 waktu untuk karyawan pulang kerja. sebelum pulang ke rumah, saya sempatkan waktu meroko di parkiran sambil mengobrol dengan samsuri. saya banyak bertanya kepada samsuri.
     "Sams, tadi siang pa cahyo ngobrol mengenai apa ??" saya bertanya kpd Sams.
     "ya.. saya ditanya sama pa cahyo, disuruh siapa markir disini. trus saya jawab kalo saya dapet perintah dari POLDA disuruh jadi tukang parkir disini, karna sudah ada 2 yg kehilang motor daerah sini." jawab Sams.
    "owh, trus lu di bayar ga sama POLDA" tanayku pada sam.
    "ga dibayar saya pa, saya cuman bantu POLDA setempat untuk jaga parkiran disini" jawab Sams sambil tertawa kecil.
   "Punya berapa anak sams.??" tanya gw
   "sudah 2 anak, 1 istri. kalo mas adi udah berapa anak" tanya Sams
   "saya, belum punya anak Sams" jawab ku.
ga terasa banyak perbincangan yang ku tanyakan pada sams, hari semakin malam. gw bergegas untuk pulang kerumah.

Hari demi hari samsuri tetap menjalankan tugas dy sebagai tukang parkir, dan hari demi hari pun samsuri tidak mendapatkan bayaran dari siapun, padahal Sams harus menghidupi 2 anak dan 1 istri-Nya. penuh dengan keceriaan disaat sam mengatur motor dan mobil. dengan tubuh kecilnya sam tidak pernah mengeluh/merasa malu. bahkan sams tidak pernah lepas dari shalat 5 waktu. sam selalu saja mendapat ejekan dari karyawan disini, tapi sam dengan senyum membalas ejekan mereka.
saat sam mengatur mobil
Hingga suatu hari, gw ngobrol bareng bersama sam. "sam, lu kok ga marah di ejekin begitu sama yang laen ??" tanya gw pada sam.
sam menjawab dengan jelas "Sesungguhnya, Anda akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran Anda menghadapi kritikan dan cercaan itu. Dan kritikan mereka itu, pada dasarnya pertanda bahwa Anda memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya, manakala kritikan yang Anda terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga Anda". lalu sam berdiri, mengajak gw untuk solat. tapi, gw menolak karna gw BMW (Belum Mandi Wajib).
saya mengambil kesimpulan untuk diri gw sendiri : orang susah dan keterbelakangan fisiknya masih sanggup berusaha tanpa mengharapkan imbalan manusia, dy mengharapkan imbalan dari allah untuk surga. sam, juga mengajarkan bahwa gw ga boleh marah jika ada hinaan dari orang lain. karena orang yang lebih hina adalah orang yang menghina orang lain." SAM. Manusia Yang mulia dihadapan allah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by netdohoa | Support for this Theme dohoavietnam